Posted by: offunugroho | September 12, 2010

hari raya kembali. berbuka. bukan suci.

selamat hari raya berbuka. hari raya idul fitri.

Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. taqabbal ya kariim.

hore. inilah hari raya idul fitri. hari raya berbuka, dari segala aktivitas shaum di bulan ramadhan. Bulan yang katanya penuh berkah, rahmat, dan ampunan. oke aku yakin itu bukan sekedar katanya. Ketika berbicara tentang Ramadhan, maka kita akan langsung terafiliasi dengan puasa, ya Ramadhan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa. dalilnya yaitu Al Baqarah 183, “Diwajibkan atas kamu berpuasa, seperti orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”

Nah, ini dia, Bertaqwa, adalah tujuan akhir dari puasa, seperti halnya setiap hal yang kita lakukan, rencanakan harus ada goalnya, alias goal oriented, maka berpuasa pun ada goalnya, yaitu membentuk kita menjadi manusia yang bertaqwa, atau setidaknya menuju derajat ketaqwaan. Sebelum kita bahas, tentang si goal ini, definisi bertaqwa yang umum kita terima sejak SD adalah “Bertaqwa, menjalankan segala PerintahNya, dan menjauhi segala LaranganNya.” Definisi yang simpel, mudah diingat, tetapi aplikasinya(hemm), belum tentu guru agamanya sendiri sudah memenuhinya.

Maka seharusnya inilah salah satu alasan Allah memerintahkan kita berpuasa, yaitu untuk membentuk kita menjadi manusia bertaqwa. (saya sebut salah satu, karena saya merasa tidak cukup akal untuk mengetahui, apalagi menyebutkan segala maksud di balik perintah Allah). Ramadhan, dibuat, setidaknya disebut dalam kitab, memiliki banyak peluang untuk menambang pahala sebanyak-banyaknya. Disebutkan bahwa ibadah wajib nilai pahalanya dilipatkan 70 kali, dan yang sunnah disamakan dengan pahala ibadah wajib pada bulan biasanya.terlepas dari keyakinan saya, bahwa yang berhak menentukan besar kadar pahala seseorang adalah Allah, bulan ini tetaplah menjadi bulan yang tidak biasa, ini bulan luar biasa boi. Bulan ini Allah rancang untuk merangsang kita lebih rajin beribadah, mengumpulkan pahala, memperringan langkah kaki kita mencari pahala, memudahkan kita sadar akan panggilan Illahiah Nya.Bukan karena Dia butuh kita, tetapi karena Dia sayang terhadap kita, karena Dia masih memperhatikan kita. Dia tidak meninggalkan kita barang sedetik pun. Karena Dia ingin lebih dekat pada HambaNya. Itu semua sekali lagi bukan karena Dia sekedar ingin, bukan karena Dia butuh, tetapi karena sifatNya yang Maha segala kebaikan, maka segala sifat Maha kebaikan adalah milikNya.

Bulan ini selalu saya sebut bulan katalisator menuju ketaqwaan, bulan ini diciptakan untuk menurunkan energi aktivasi peningkatan derajat taqwa kita. Bulan ini konon waktu di mana setan, sebagai pemberat energi aktivasi, dibelenggu, sehingga tak lagi membebani. Jadi saat kita merasa kita masih berat beribadah, berarti itu murni karena banyaknya pengotor dalam reaksi iman kita, sehingga untuk menaikkan derajat keimanan dan ketaqwaan, masih saja sulit, karena energi aktivasinya masih sangat besar. Hemm adakah itu kita?

Bulan Ramadhan selalu menjadi kerinduan. kerinduan bagi orang-orang yang benar-benar memanfaatkannya untuk melawan pengotor energi aktivasi reaksi peningkatan derajat ketaqwaan, dan pengikatan pahala lebih banyak.

dan tanpa sadar, bulan ini telah pergi. Oke terutama bagi saya. saya merasa bersedih melewatkan begitu saja bulan luar biasa ini. Mungkin derajat saya naik sedikit, tapi itu mungkin saja hanyalah sebuah perkiraan penghibur dari seseorang yang hina seperti saya. Yang tidak memanfaatkan Ramadhan sebaik baiknya. Ampun Ya Allah. Ya Tuhanku. Saya sungguh menyesal, telah melewati bulan ini. Saya menyesal mengapa saya sampai melewati bulan ini, bukan malah mengarunginya, bukan malah mengisinya. Saya menyesal bagaimana semua fondasi ilmu ini hanya tinggal beberapa saja, hanya tinggal kulitnya saja. Lindungi saya Ya Allah, dari segala ciri orang Munafik. Ampun Ya Allah.

Ya kawan, apakah kita, telah memenuhi amanah tujuan Ramadhan ini? apakah kita tlah menjadi lebih bertaqwa. Hanya Allah yang Tahu, tetapi kita mungkin bisa mengira dan berbaik sangka, jika kita telah mengusahakan yang terbaik. Sebaliknya, bagi yang melewatkannya, berdoalah, bersama saya, semoga masih dapat dipertemukan dengan Bulan Ramadhan selanjutnya, agar bisa menunaikan amanah tujuan dari diciptakannya bulan ini. Bulan kalatalisator reaksi peningkatan taqwa.

Di gerbang syawal ini, boleh lah kita bergembira, karena kembali berbuka, tetapi hati kita seharusnya meringis, jiwa kita harusnya rindu dengan suasana Ramadhan, dengan berkahnya, dengan peluang pahalanya, dengan dibelenggunya setan, dengan segala tetek bengek kebaikan yang diberikannya bagi seluruh ummat. Lebih berada, lebih beradab, lebih dermawan, lebih santun, lebih dalam banyak hal, yang membuat semuanya terlihat berprospek dan menguntungkan. kau tentu tahu apa maksud saya kawan. Ya, bisnis dengan Ramadhan sebagai objek dan lapaknya, sangat menguntungkan.

Di depan tulisan saya, seharusnya kata keluh, Ah, Aduh, Yaah, bukan Hore.karena kini kesempatan menambang pahala, menambah kualitas diri dengan lebih mudah, berganti dengan ajang kita kembali beraktivitas normal, berganti dengan ajang kita kembali berbuka, mungkin bahkan membuka segala kedok keRamadhanan kita selama sebulan kemarin (Na’udzubillah). Ini lah 11 bulan untuk beraksi mengaplikasikan kenaikan level kita sehingga mengumpulkan credit kenaikan selanjutnya, atau sekedar bertahan mempertahankan level keimanan dan ketaqwaan yang belum bertambah. Inilah saatnya.

Maka izinkan saya memulai perjuangan saya dengan kembali meminta maaf pada kawan kawan semua,atas segala khilaf, kesombongan, ketidakarifan, lisan maupun perbuatan. apalah saya yang masih sangat bocah ini. apalah saya tanpa maaf kalian. supaya apa, supaya perjuangan saya lebih berkah, (sedikit) lebih mudah karena beban dosa saya terhadap kalian di masa lalu sudah dihapuskan.  🙂

Ini tentang bagaimana kita menyikapinya, menunggu Ramadhan dengan mengumpulkan credit peningkat level ketqwaan, atau malah mengumpulkan penghambat peningkatan level, atau bahkan mengumpulkan pemberat penurun level kita.

Semoga Allah selalu bersama kita kawan. terutama dalam hal keimanan dan ketaqwaan. sebab kalau sampai Allah kelewat cemburu dengan dunia yang lebih kita cintai dari pada RidhoNya,  hati ini akan bebal dengan segala hidayah yang coba diberikan, begitu kitab mengajarkan.

Hari raya. hari besar. Hari ini kita idul fithri, berasal dari katan aidil ifthar, berarti kembali berbuka, bukan kembali pada fitrah. sebab kembali sucinya atau tidaknya seseorang hanya bisa dilihat dari sejauh mana ia memanfaatkan Ramadhan. maka rayakan, dengan syukur, dan usaha lebih keras 11 bulan ke depan.

offunugroho di tengah malam hari ke 3 Syawal 1431 H.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: