Posted by: offunugroho | December 16, 2010

Kembalikan Ruang Baca CC Barat 32 Kami!

Ya.

Seperti judulnya. Entah mengapa saat belajar UAS seperti sekarang, saya merasa sendirian. saya menjadi rindu masa-masa bisa belajar bareng kawan TI menjelang ujian. Dan kawan tahu, di mana markas kami? CC Barat 32. Di sana ada dulu ada meja rata yang nyaman untuk menulis, kursinya banyak, ada meja lesehan pula. Dan kami baru akan pergi sampai lampu benar-benar dimatikan pukul sebelas malam. ya kami memang menikmatinya, memberdayakan dengan sangat fasilitas kampus ini dgn maksimal.

kini, kawan bisa lihat sendiri. Ruangan itu kosong, oleh mahasiswa, penuh oleh kursi-kursi berjejer, bekas tes seleksi pegawai salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia. Boleh saya tanya pada Penguasa Kampus di Annex sana, apa sulitnya memerintahkan pegawai” mengosongkan ruang tersebut bila memang sudah tidak dipakai. kami, terutama saya, rindu belajar bersama di sana wahai penguasa ITB. Pantas saja lulusan ITB dicap individualistis, bila fasilitas belajar kelompok saja kini dijadikan lahan kampus membuka jasa penyewaan ruang tes. Memang tidak semuanya dicap begitu, tetapi bukan kah pernah ada yang menyebutkan seperti itu? berarti memang benar ada yang individualistis bukan?

Oh ya, saya jd teringat lagi, masa-masa tugas besar Dasar Perancangan teknik Industri (DPTI). ya, kami, Teknik Industri 08. Mengerjakan tugas itu CC Barat basement, sepuasnya. kami sudah merasa itu adalah kosan kami. Penuh cahaya. Membawa Terminal sendiri. Kami pun menjadi penguasa Basement CC Barat semalam. Tidak Ada yang mengusir. Jam 11 malam masih sore bagi kami kala itu. Sebuah pengalaman yang tidak terlupakan, bersama mengerjakan tugas, di kampus.

Kini, ada forum massa saja, sering diperingatkan untuk bubar jam 11 malam. Kini, kami belajar saja, sudah diusir jam 11 malam. Kini, kami harus ke mana?

Dahulu mahasiswa punya Student Center di tempat persis sekarang berdiri megah Campus Center berdiri. Dahulu mahasiswa punya taji, punya lahan untuk berkreasi di Student Center yang menjadi pusat sekre unit, juga di lapangan rumput yang msh ada. Kini pegawai-pegawai rektorat yang berkarya di sana. Kini saya mengerti mengapa nama Student Center diubah menjadi Campus Center. Kini lahan itu sudah menjadi milik penguasa kampus. Kini kami semua hanya tamu di CC.  Jam 11, waktu kunjungan habis, Silakan pulang anak-anak.

 

Ya, mahasiswa ITB mungkin masih dianggap anak kecil ingusan kemarin sore. Bagus sih, berarti seharusnya Bapak-bapak, Ibu-ibu pejabat kampus bisa lebih mmperhatikan kami. (jadi inget pas OSKM, abis dhani orasi d stage sabuga pas opening, anak 2010, disuruh pulang bagai anak TK. Ya… acaranya sudah selesai ya… besok kita ketemu lagi jam 6 pagi, ada acara senam pagi dari kakak-kakaknya..). Sungguh kami semakin dianggap bukan sebagai insan dewasa.

kembalikan ruang baca kami.

Kembalikan Student Center kami.

hanya sebuah kerinduan akan kebersamaan, subjektif sekali, masih perlu fakta di sana dan sini. mungkin masih ada versi klarifikasi dr tulisan sy ini.

malam sebelum PPC. Kamar saya. 11.40

Advertisements

Responses

  1. Setahun yg lalu kalau ngga salah peraturannya memang sampai jam 10 aja , Fu. Tapi sepertinya kita diberikan previlege untuk menginap di sana, berhubung anaknya banyak 🙂
    kretivitas memang bisa muncul kalau kita menghilangkan batasan-batasan. Tapi masa’ kampus sama sekali tidak memikirkan maslahat mahasiswa? atau apa kita yang overexaggerating?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: